Dulu aku pernah menyukai seseorang yang aku pikir akan menjadi pendamping hidup aku. Aku kenal dengan orang itu via sosial media. Aku hanya chating dengannya tanpa melihat sosoknya di webcam. Dia hanya mengupload fotonya di accountnya itu. Karena merasa dia adalah sosok yang sopan saat chatingan, aku jadi menyukainya dan mempercayainya bulat-bulat tanpa mengecek dia itu siapa.
Aku pikir seseorang memang akan gampang terkena serangan virus jatuh cinta secara mendadak via internet bagi yang masih single atau bahkan bagi mereka yang sudah berpasangan pacar atau bahkan yang sudah menikah sekalipun. Sosial media memang medan perang untuk hati karena banyak godaan disana.. Apalagi aku yang jelas-jelas masih single, yang sedang mencari pasangan hidup tentunya sosial media menjadi sasaran untuk mencari jodoh. Mungkin bukan hanya aku di dunia ini.
Tak tanggung-tanggung, aku menjalin cinta buta yang benar-benar buta via internet ini selama hampir 2 tahun sejak mengenalnya akhir 2010 lalu. Selama itu aku hanya memiliki 2 foto sosok dirinya. Salah aku memang karena tak memintanya untuk webcam, mungkin ini karena kami sering berkomunikasi via telepon dan sms setiap harinya, jadinya hal itu tak pernah aku pikirkan, mendengar suaranya dan mendapat sms atau message di sosial media saja aku sudah cukup senang. Aku memang naif dan sangat bodoh..
Yang aku sesalkan, selama ini berarti aku hanya wasted my precious time untuk mencari pasangan hidup. Maksud ku, walau aku tak pernah bertatap muka dengannya, aku tak pernah sama sekali pedekate dengan orang lain yang bisa kujadikan ban serep atau cadangan selama dia belum menampakkan dirinya di depan mata aku. Aku memang tipe orang yang setia dan mengutamakan kejujuran. Aku terlalu mempercayainya. Memang sih ada sedikit kejanggalan tetapi aku tak hiraukan hal itu.
Dia memang sopan dalam berbicara di telepon dan selalu mengirimi aku paket-paket mulai dari makanan, baju sampai aksesoris yang bagus-bagus. Padahal sumpah aku tak pernah memintanya duluan. Tentunya tak ada seorang pun yang tidak akan ragu dan pasti akan sangat-sangat percaya.
Setelah 2 kali gagal untuk datang ke rumah aku dengan berbagai alasan yang tak bisa aku beberkan di blog ini, akhirnya di salah satu bulan 2012 lalu dia memberanikan diri untuk datang menemuiku untuk pertama kalinya selama hampir 2 tahun menjalin hubungan via maya. Tetapi semua hal yang manis yang pernah dia lontarkan kepadaku di telepon berbeda 180 derajat dengan kenyataannya. Hal manis itu tak bisa aku beberkan di blog ini, biarlah hanya Allah, aku, dia dan keluargaku yang tahu. Kecewa dan akhirnya aku menolak untuk menjadi pasangan hidupnya.
Sebenarnya bukan karena hal manis itu yang membuat aku jadi kecewa dengannya dan memutuskan untuk tidak menerimanya menjadi pendamping hidup aku. Tetapi karena ketidakjujurannya selama ini yang menyatakan dia masih pure single, belum beristeri. Ternyata dia baru saja menceraikan pasangannya beberapa bulan sebelum datang kerumah aku di tahun 2012 lalu. Aku tidak bisa berkompromi dengan orang yang suka berbohong, apalagi tega-teganya dia telah mendustaiku selama hampir 2 tahun ini. Sebelum melangkah ke jenjang serius saja dia sudah berani berdusta seperti itu, dan itu petanda dia bukanlah sosok yang tepat untuk menjadi pasanganku karena bagiku pernikahan membutuhkan kejujuran. Alhamdulillah Allah telah memberi aku petunjuk untuk menyelidiki siapa dia sebenarnya. Aku sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menyelamatkan aku dari orang yang pandai berdusta.
Kalau saja aku tahu dari awal, aku tak akan pernah mau mengenalnya. Tetapi ini semua sudah menjadi suratan hidup agar aku memetik hikmahnya untuk lebih berhati-hati. Terima kasih ya Allah atas segala petunjuk yang Engkau berikan dan selalu menjaga aku..
No comments:
Post a Comment